T. 52. Bagaimana cara Kristus ditinggikan dalam kebangkitan-Nya?
J. Kristus ditinggikan dalam kebangkitan-Nya dengan cara ini. Dalam kematian Dia tidak melihat kebinasaan (sebab tidak mungkin Dia tetap berada dalam kuasa maut itu). Lagi pula, tubuh-Nya, yaitu tubuh yang sama seperti yang dikenakan-Nya ketika menderita, yang sifat-sifat hakikinya juga tetap sama (kecuali kefanaan dan kelemahan-kelemahan umum lainnya yang hinggap pada hidup ini), sungguh-sungguh disatukan dengan jiwa-Nya. Maka pada hari yang ketiga Dia bangkit dari antara orang mati oleh kuasa-Nya sendiri. Dengan demikian, diperlihatkan-Nya bahwa Dia adalah Anak Allah dan telah memuaskan keadilan ilahi, mengalahkan maut bersama dia yang berkuasa atas maut, dan adalah Tuhan, baik atas orang-orang hidup maupun atas orang-orang mati. Semua itu diklakukan-Nya selaku perseorangan yang mewakili umat,[1] yaitu selaku Kepala Gereja-Nya, untuk membenarkan mereka, menghidupkan mereka dalam anugerah, mendukung mereka melawan musuh mereka, dan untuk memastikan kepada mereka bahwa pada hari terakhir mereka akan bangkit dari antara orang mati.
- Kisah Para Rasul 2:24,27.
- Lukas 24:39.
- Roma 6:9.
- Wahyu 1:18.
- Yohanes 10:18.
- Roma 1:4.
- Roma 8:34.
- Ibrani 2:14.
- Roma 14:9.
- 1 Korintus 15:21,22.
- Efesus 1:20,22,23.
- Kolose 1:18.
- Roma 4:25.
- Efesus 2:1,5,6.
- Kolose 2:12.
- 1 Korintus 15:25-27.
- 1 Korintus 15:20.