3. Tentang Penghakiman melalui Hukum Taurat
3. Tentang Penghakiman melalui Hukum Taurat
Ringkasan Pengetahuan yang Menyelamatkan oleh David Dickson dan James Durham: sebuah risalah teologi Reformed tentang Injil dan keselamatan
III. Untuk meyakinkan seseorang akan penghakiman melalui hukum Taurat, pertimbangkanlah .
Tuhan Yesus akan menyatakan diri dari langit bersama para malaikat-Nya yang perkasa, Ay. 8 Dalam api yang menyala-nyala, mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mengenal Allah, dan yang tidak taat kepada Injil Tuhan kita Yesus Kristus: Ayat 9 (). Mereka akan dihukum dengan kebinasaan kekal, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya; Ay. 10. Pada waktu Ia datang untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya, dan untuk dikagumi di antara semua orang yang percaya.
Di sini diajarkan kepada kita bahwa Tuhan kita Yesus, yang sekarang menawarkan diri sebagai Pengantara bagi mereka yang percaya kepada-Nya, akan datang pada hari terakhir dipersenjatai dengan api yang menyala-nyala, untuk menghakimi, menghukum, dan membinasakan semua orang yang tidak percaya kepada Allah, tidak menerima tawaran anugerah yang dibuat dalam Injil, ataupun tidak menaati ajarannya, melainkan tetap tinggal dalam keadaan alami mereka, di bawah hukum Taurat atau perjanjian perbuatan.
Oleh karena itu, hendaklah setiap orang berpikir demikian:
"Apa yang telah diperingatkan kepadaku oleh Hakim yang adil akan dilakukan pada hari terakhir, aku yakin itu adalah penghakiman yang adil:
"Tetapi Hakim yang adil telah memperingatkan aku bahwa jika aku tidak percaya kepada Allah tepat pada waktunya, dan tidak menaati ajaran Injil, aku akan disingkirkan dari hadirat dan kemuliaan-Nya pada hari terakhir, dan akan disiksa dalam jiwa dan tubuh untuk selama-lamanya:
"Oleh karena itu, aku yakin bahwa ini adalah penghakiman yang adil:
"Dan aku memiliki alasan untuk bersyukur dengan sepenuh hati kepada Allah, yang telah memperingatkan aku terlebih dahulu supaya aku melarikan diri dari murka yang akan datang".
Demikianlah, setiap orang dapat, melalui hukum Taurat atau perjanjian perbuatan, diyakinkan akan penghakiman, jika ia terus berada di bawah perjanjian perbuatan, atau tidak menaati Injil Tuhan kita Yesus.