Memuat

Pembenaran

Pembenaran

Pembenaran - Pasal Pengakuan Iman Westminster
  1. Mereka yang Allah panggil dengan ampuh, dibenarkan-Nya juga dengan cuma-cuma 236. Mereka tidak dibenarkan dengan cara mencurahkan kebenaran ke dalam diri mereka, tetapi dengan mengampuni dosa mereka dan menganggap serta menerima diri mereka sebagai orang benar. Pun mereka tidak dibenarkan berdasarkan sesuatu apa pun yang telah dikerjakan dalam diri mereka, atau yang dilakukan oleh mereka, tetapi karena Kristus semata-mata. Pun mereka tidak dibenarkan dengan cara memperhitungkan iman sendiri, yakni perbuatan percaya, atau ketaatan injili apa pun yang lain kepada mereka sebagai kebenaran, tetapi dengan cara memperhitungkan ketaatan Kristus dan pelunasan oleh-Nya kepada mereka, 237 sedangkan mereka menerima Dia dan bertumpu pada-Nya dan pada kebenaran-Nya oleh iman, yang tidak mereka peroleh dari dirinya sendiri, tetapi merupakan karunia Allah 238.

    • 236. Roma 8:30.
    • Roma 3:24.
    • 237. Roma 4:5-8.
    • 2 Korintus 5:19-21.
    • Roma 3:22,24,25,27,28.
    • 238. Kisah Para Rasul 10:44.
    • Galatia 2:16.
    • Filipi 3:9.
  2. Iman yang dengan cara demikian menerima Kristus dan kebenaran-Nya serta bertumpu pada-Nya itu merupakan satu-satunya sarana pembenaran 239. Namun, dalam arti orang yang dibenarkan itu iman itu tidak sendiri, tetapi selalu disertai semua anugerah yang menyelamatkan lainnya. Pun iman itu tidak mati, tetapi bekerja oleh kasih 240.

    • 239. Yohanes 1:12.
    • Roma 3:28.
    • Roma 5:1.
    • 240. Yakobus 2:17,22,26.
    • Galatia 5:6.
  3. Oleh ketaatan dan kematian-Nya, Kristus membayar sepenuhnya utang semua orang yang dibenarkan dengan cara demikian, dan sebagai ganti mereka melakukan pelunasan yang sebenarnya, sungguh-sungguh, dan penuh terhadap keadilan Bapa-Nya 241. Namun, Dia diserahkan oleh Bapa bagi mereka, 242 dan pelunasan-Nya diterima Bapa sebagai ganti mereka 243, berdasarkan rahmat, bukan berdasarkan sesuatu apa pun dalam diri mereka sendiri. Karena itu, pembenaran mereka terjadi hanya berdasarkan rahmat yang bebas, 244 supaya baik keadilan Allah yang cermat maupun rahmatnya yang berlimpah dimuliakan olehnya dalam pembenaran orang-orang berdosa 245.

    • 241. Roma 5:8,9,10,19.
    • 1 Timotius 2:5,6.
    • 242. Roma 8:32.
    • 243. 2 Korintus 5:21.
    • Matius 3:17.
    • Efesus 5:2.
    • 244. Roma 3:24.
    • Efesus 1:7.
    • 245. Roma 3:26.
    • Efesus 2:7.
  4. Dari kekekalan, Allah memutuskan untuk membenarkan semua orang terpilih 246, dan setelah genap waktunya Kristus telah mati karena dosa mereka dan bangkit pula demi pembenaran mereka 247. Meskipun demikian, mereka baru dibenarkan bila Roh Kudus, ketika saatnya tiba, membuat Kristus berhasil guna bagi mereka 248.

    • 246. Galatia 3:8.
    • 1 Petrus 1:2,19,20.
    • Roma 8:30.
    • 247. Galatia 4:4.
    • 1 Timotius 2:6.
    • Roma 4:25.
    • 248. Kolose 1:21,22.
    • Galatia 2:16.
  5. Allah telah mengampuni dosa-dosa mereka yang dibenarkan 249. Meski mereka tidak mungkin kehilangan kedudukan selaku orang yang telah dibenarkan, 250 mungkin saja karena dosa-dosa mereka Allah bersikap tidak senang bagaikan seorang bapak terhadap mereka; maka wajah-Nya baru akan menyinari mereka kembali bila mereka merendahkan diri, mengaku dosanya, mohon diampuni, dan membaharui iman dan pertobatannya.

    • 249. Lukas 22:32.
    • Yohanes 10:28.
    • Ibrani 10:14.
    • 250. Mazmur 89:31-33.
    • Mazmur 51:7-12.
  6. Pembenaran orang-orang percaya pada masa Perjanjian Lama dari semua sudut itu sama saja dengan pembenaran orang percaya pada masa Perjanjian Baru 251.

    • 251. Galatia 3:9,13,14.
    • Roma 4:22-24.
    • Ibrani 13:8.